Leasing Menargetkan Kredit Macet Nasabah akan Berkurang di Tahun Ini!

Ketua umum dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) ini bernama Suwandi Wiratno yang telah memproyeksi adanya sebuah langkah industri multifinance yang akan memilih lebih berhati-hati di masa pandemi ini akan terlihat di tahun 2021. Suwandi juga akan mengungkap akhir di tahun 2020 yang telah tercermin tingkat kredit macet atau non performing financing (NPF) yang telah menurun. Pada hari Minggu, 27 Desember 2020 NPF telah menurun jika volume belum meningkat dan akan menunjukkan kualitas nasabah perusahaan pembiayaan yang semakin baik.

Jika volume ini akan bertahap naik, maka NPF akan terun secara terus menerus sampai dengan tahun 2021. Berarti proses pembiayaan ini juga akan bagus. Statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini juga akan menunjukkan perbaikan tingkat kredit yang bermasalah multifinance yang semeblumnya telah menjulan tinggi akibat pandemi wabah corona virus yang puncaknya mencapai 5,6 persen di bulan Juli 2020.

Leasing

Rasio NPF terbaru sari 182 multifinance ini juga telah ada sejak bulan Agustus 2020 yang berturut-turut membaik ke angka 5.32 persen, 4.93 persen, dan 4.71 persen di bulan Oktober 2020. Oleh sebab itu, Suwandi juga telah memproyeksi bahwa kecenderungan perusahaan pembiayaan ini lebih selektif dalam melakukan pembiayaan baru yang ada di periode 2020. Kemungkinan besar juga akan turut berpengaruh pada tren perbaikan NPF sampai dengan tahun 2021.

Menurut pria ini juga akan menjabat sebagai direktur utama PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) yang mana setiap perusahaan akan memiliki resep masing-masing dalam mengelola piutang pembiayannya.

Tetapi dirinya akan memiliki kecenderungan di bagian depan, dimana leasing ini juga akan menekankan kualitas piutang. Termasuk dalam mengambil sebuah keputusan mengakomodasi nasabah dalam melanjutkan program restrukturisasi. Dimana restrukturisasi ini sendiri merupakan salah satu himbauan yang bisa kalian pilih dnegan baik. NPF juga menurun akibat adanya keberhasilan program dari ini. Oleh sebab itu perusajaan akan memiliki kebijakan masing-masing yang penting ialah kualitas portofolio pembiayaan yang harus terjaga.